Showing posts with label Burung Perkutut. Show all posts
Showing posts with label Burung Perkutut. Show all posts

Monday, June 24, 2013

Tips Beternak Burung Perkutut dengan Menggunakan Sangkar Gantung

Buat sobat burung yang ingin beternak perkutut, bila tidak memungkinan beternak perkutut ditempat yang luas, barangkali dapat juga dilakukan dalam sangkar gantung, ukuran sangkarnya sendiri bisa menggunakan sangkar burung ocehan yang berbentuk kotak dengan ukuran 60x60x75 atau memakai kandang untuk kacer, murai batu ataupun cucak hijau yang tidak terpakai, yang penting semakin besar ukuran kandangnya semakin leluasa burung perkutut bisa bergerak.

Siapkan dahulu area sarangnya di dalam sangkarnya dengan bahan sarang yang sudah lalu didalamnya. Setelah itu barulah ke-2 burung perkutut dimasukan dalam sangkar penangkarannya.

Apabila sudah berjodoh perkutut bisa saling meloloh lalu kerjakan ritual ngecer serta diakhiri dengan ritual kawin yang sebenarnya. Sistem ngecer ini biasanya ditangani kurang lebih 4-5 kali, burung jantan bisa menaiki burung betina melewati segi kiri atau segi kanannya untuk lalu hinggap di sampingnya, maka dari itu dibutuhkan kandang yang besar agar ke-2 burung lebih leluasa berlatih pemanasan sebelum akan kawin.

Tips Perawatan Bagi Indukan Perkutut 

Bagaimana perawatan yang cocok agar perkutut bisa segera kawin serta bertelur, silahkan simak beberapa tips berikut :

Lakukan penjemuran masing-masing pagi hari ( pastinya dengan sangkar gantungnya ) untuk merangsang burung cepat birahi, biasanya pada waktu penjemuran itu burung bisa kerjakan perkawinan. Ada waktu jalan setelah penjemuran selesai.

Setelah kawin biasanya burung bisa bertelur dalam periode waktu 1-2 minggu, apabila sudah terlihat tanda tanda bisa bertelur sebaiknya sangkar jangan sampai dipindah geser lagi, biarlah menempel dengan tembok agar sangkar lebih kokoh serta tidak gampang goyang.

Perkutut bisa mengerami telurnya selama 2 minggu, apabila terlihat tanda tanda bisa menetas sangkar bisa dijemur kembali waktu pagi pagi hari kurang lebih jam 06. 30 selama 5-10 menit saja, jangan sampai lama lama, serta penjemuran lantas jangan sampai pada waktu matahari sedang terik teriknya, setelah piyikan keluar bulu barulah ditambah lagi waktu penjemurannya lantas 10-15 menit.

Setelah anakan berusia 5-7 hari bisa segera dipasang ring pengenal.

Pada umur 7-8 hari inilah burung bisa diambil serta di satukan dengan burung puter ( dititipkan ) untuk diloloh. Setelah anakan dipisahkan dari indukannya kandang bisa dibersihkan supaya bisa digunakan indukan perkutut untuk bertelur lagi. Namun apabila anda tidak punya pengasuh lain ( burung puter ) untuk meloloh anakannya biarlah saja diloloh oleh induknya selama bln..

Wednesday, June 5, 2013

Cara Mudah Membedakan Burung Perkutut Jantan dengan Perkutut Betina

Burung Perkutut
Cara mengetahui burung perkutut jantan atau betina bukan sekedar ditentukan dari rajin atau tidaknya burung tersebut bersuara, seluruh bergantung stamina serta mood dari burung tersebut, namun yang sangat kerap jadi acuan dalam penentuan burung jantan serta betina burung perkutut yang meskipun tetap dipertanyakan ketepatannya yaitu dengan langkah:
  • Lihat warna putih diatas paruh perkutut. Perkutut jantan umumnya warna putihnya sampai ke pelipis sesaat untuk burung betina tidak. 
  • Meraba supit udang dari perkutut. Jika di antara supit udang merasa lunak pada saat di sentuh dibanding yang satunya maka burung tersebut kemungkinan besar yaitu burung betina. 
  • Postur tubuh perkutut. Burung betina umumnya mempunyai postur tubuh lebih kecil dari burung jantan, serta dapat amat sukar membedakannya bila burung tetap dalam situasi piyik seteluran, yang kecil umumnya betina. 
  • Segi nada. Perkutut betina biasanya mempunyai nada dengan volume kecil. 
Ini merupakan generalisasi namun banyak juga didapati ada deviasi dari kenyataan yang ada. Perkutut juara juga tidak sedikit yang berjenis kelamin betina.

Namun di kelompok umur peternak umumnya dapat menyebutkan sukar untuk mencarikan jodoh untuk perkutut juara yang bersuara kristal tembus dikarenakan betina yang memiliki volume besar yang pas tidak gampang untuk didapatkan serta pastinya harga nya mahal.

Karena mungkin saja perkutut betina memiliki volume besar sukar didapatkan oleh kelompok umur peternak serta jika mereka memilikinya tentu tak lagi dijual dengan gampang atau dijual dengan harga tinggi.

Tuesday, May 28, 2013

Tips Merawat Burung Perkutut Supaya Rajin Bunyi

Merawat Burung Perkutut
Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat serta suka hatinya umumnya rajin bunyi. Apa lagi bila perkututnya telah birahi (sudah senang lawan jenis/cukup umur).

Lantas cermati serta pastikanlah burung perkutut anda sehat. Ciri burung perkutut yang sehat dengan umum yaitu berbulu mulus, halus serta tidak mengorok. Burung juga tidak kurus serta tidak terlampau gemuk juga. Burung yang terlampau gemuk condong malas bunyi.

Burung yang sehat juga mempunyai kotoran yang agak bulat serta solid. Umumnya berwarna agak kecoklatan serta agak padat sesudah jadi kering. Burung yang mencret ( berair ) mengisyaratkan kurang sehat ( umumnya cacingan ). Namun kadang-kadang ada burung yang amat doyan minum hingga kotorannya berair layaknya mencret. Kotoran yang berwarna hijau juga mengisyaratkan burung perkutut yang kurang sehat.

Sesudah di yakinkan burung anda sehat maka yakinkan juga burung perkutut anda suka hatinya. Burung yang suka hatinya dapat suka sekali berbunyi. Lantas anda mesti membuatnya jadi suka serta nyaman di lingkungan anda.

Di antara cara untuk bikin peliharaan anda suka yaitu memberikan pakan kesukaannya. Telah wajar bila perkutut suka sekali mengacak-acak pakannya sampai kadang-kadang berantakan di lantai. Bila terlampau banyak yang di buang bermakna pakan tersebut tidak di sukai perkutut.

Coba berikan sebagian pakan di wadah yang terpisah. Yang duluan habis maka tersebut yang di sukainya.

Langkah selanjutnya yaitu cobalah cermati area gantungan kesukaannya. Coba lokasi 1 hari. Contohkan hari ini disisi kanan teras serta cermati perilakunya. Bila dia terlihat tenang serta akan bunyi maka tersebut lokasi favoritnya. Sesudah ketemu lokasi kesukaannya, maka setiap hari mesti di cantol disitu sampai dia rajin bunyi. Sesudah burungnya rajin bunyi baru cobalah di lokasi yang lain supaya punya kebiasaan bunyi di mana saja.

Bila perkutut anda tampak tidak tenang di gantung di mana saja terlebih bila ada orang melalui, maka anda mesti sering-sering memandikannya.

Bila panduan diatas telah di cobalah serta belum sukses, maka anda mesti membuatnya birahi. Cara gampang saja, jodohkan dengan betina atau di umbar dengan sebagian ekor betina sekalian di kandang umbaran atau di sesuatu sangkar berukuran agak besar.

Upayakan betina yang anda satukan dengan perkutut yang paling disayangi anda berusia lebih muda serta perkutut yang paling disayangi anda mesti masuk umbaran duluan 1 hari pada mulanya agar dia lantas yang berkuasa di kandang tersebut. Kalau berkelahi biarlah saja sepanjang perkutut yang paling disayangi anda yang menang. Biarlah kejar-kejaran terlebih sampai bekur serta jodoh.