Burung Gelatik Silver memanglah tengah popular saat ini tetapi sayangnya masih banyak yang belum tau dengan burung type ini. Nah, bila sobat punya burung Gelatik Silver namun bersuara pelan serta tidak rajin ngoceh? Berikut dapat kami berikanlah jalan keluarnya.
Ini menurut pengalaman saya nih yang telah pelihara Gelatik Silver, dulu Gelatik Silver saya juga kaya gitu serta bikin saya lantas jemu selanjutnya saya berfikir bagaimana cara supaya burung Gelatik Silver yang paling disayangi bersuara keras serta rajin ngoceh, ini cara yang saya tempuh menurut pengalaman. Pertama saya kasih makan burung Gelatik Silver dengan ulat hongkong dgn takaran sendok teh setiap hari sepanjang 7 hari janganlah lupa rajin ganti minumnya juga, cobalah agan tengok pergantian yang berlangsung. Untuk nikmati ocehan Gelatik Silver gantungkan Gelatik Silver di pohon yang rindang namun agak tinggi tunggulah sekian waktu, umumnya Gelatik Silver tidak lama lantas segera ngoceh.
Bila Gelatik Silver sobat masih juga belum mengeluarkan nada yang keras makin porsi UH jadi sendok teh tiap-tiap hari sepanjang 10 hari jika dapat kasih UH yang baru ubah kulit ( berwarna putih ) serta janganlah di kasih uh yang besar dikarenakan Gelatik Silver dapat kesusahan memakannya, sesudah 10 hari di kasih uh terus saat ini stop pemberian uh serta ubah dengan kroto kasih makan Gelatik Silver kroto dengan takaran sendok teh tiap-tiap hari sepanjang 5 hari jangan sempat telat, ubah air minum Gelatik Silver tiap-tiap hari upayakan area minum berukuran agak besar dikarenakan Gelatik Silver tergolong burung yang senang mandi, lantas agar tidak cepat habis serta supaya tidak mati dikarenakan masuk ke dalam area minum. Janganlah lupa untuk kerap menjemur Gelatik Silver waktu pagi hari, sesudah di jemur di gantung di area yang teduh serta sejuk, jika saya sih gantengnya dibawah pohon mangga yang teduh serta agak tinggi, tunggulah sebagian waktu sampai dia mengeluarkan kekuatannya.
Ini yang penting saat membuat burung ocehan kita memiliki kualitas yang baik, sayangilah peliharaan sobat dikarenakan binatang tak lagi memberikan kita apa-apa tanpa kasih sayang.
Showing posts with label Gelatik. Show all posts
Showing posts with label Gelatik. Show all posts
Wednesday, July 3, 2013
Cara Mudah Membedakan Jenis Kelamin Burung Gelatik Silver
Untuk membedakan type kelamin pada gelatik silver sebenarnya tidaklah terlampau sukar. Di bawah ini banyak hal yang bisa jadikan acuan untuk membedakan pada jantan serta betina pada gelatik silver.
Bentuk paruh gelatik silver jantan lebih melebar bila dilihat dari depan. Sesaat bila dilihat dari samping dapat terlihat lebih menebal. Sisi yang menebal ini tampak jelas pada paruh sisi atas. Di bagian atas lubang hidungnya terlihat lebih menebal hingga bikin lekukan pada kepalanya. Sesaat pada yang betina sisi ini tidak terlampau tidak tipis hingga sisi atas kepala sampai ke ujung paruh tampak lebih rata.
Warna paruh biasanya sama pada yang jantan dengan betina. Tetapi bila dibanding, warna merah pada paruh gelatik silver betina condong lebih terang. Sesaat pada paruh gelatik silver jantan lebih tajam ( gelap ).
1. Bentuk Paruh Burung Gelatik Silver
Bentuk paruh pada gelatik silver jantan serta betina dengan sekilas nyaris sama. Untuk membedakannya mesti dilihat dengan cermat. Bagi penangkar, pastinya telah punya kebiasaan serta cepat saat membedakannya. Lain halnya bagi yang tetap awam mesti mencermatinya betul-betul. Paruh gelatik siver jantan, lebih tidak tipis membentuk lekukan di bagian atas kepala. Paruh gelatik silver betina, nyaris rata dengan sisi atas kepala.Bentuk paruh gelatik silver jantan lebih melebar bila dilihat dari depan. Sesaat bila dilihat dari samping dapat terlihat lebih menebal. Sisi yang menebal ini tampak jelas pada paruh sisi atas. Di bagian atas lubang hidungnya terlihat lebih menebal hingga bikin lekukan pada kepalanya. Sesaat pada yang betina sisi ini tidak terlampau tidak tipis hingga sisi atas kepala sampai ke ujung paruh tampak lebih rata.
Warna paruh biasanya sama pada yang jantan dengan betina. Tetapi bila dibanding, warna merah pada paruh gelatik silver betina condong lebih terang. Sesaat pada paruh gelatik silver jantan lebih tajam ( gelap ).
2. Postur Tubuh Burung Gelatik Silver
Wujud tubuh gelatik silver jantan serta betina nyaris sama. Tetapi bila dilihat, tubuh jantan dapat terlihat lebih panjang terlebih di bagian leher serta kaki. Tetapi, perihal ini lebih karena rutinitas gelatik silver jantan yang senang bertengger dengan tubuh yang tegak. Namun yang betina biasanya waktu bertengger kurang tegak serta lebih senang diam. Disamping itu, kaki serta jemari yang jantan biasanya lebih panjang serta ramping di banding betinanya.3. Nada Suara yang diperdengarkan
Baik gelatik silver jantan ataupun betina bisa bersuara. Tetapi, nada pada yang betina cuma sedikit hingga kerap dikatakan tidak bersuara. Lain halnya pada yang jantan, suaranya lantang serta bisa membentuk kicauan. Kicauan ini cukup enak untuk di nikmati, walau sekarang ini perihal tersebut kurang di perhatikan. Kicauan dapat makin keras waktu masa berahi. Pada waktu ini gelatik silver jantan tunjukkan kemampuannya untuk menarik pasangannya. Tak hanya dengan nada, gelatik silver jantan juga mempunyai sejenis tarian untuk memikat, namun yang betina relatif lebih diam ( pasif ).Tips Memilih Indukan Burung Gelatik Silver yang Berkualitas
Usaha untuk memperoleh gelatik silver yang baik bisa dikerjakan memperhatikan fisik dari burung tersebut. Fisik yang baik serta sehat akan membuahkan anakan yang sehat juga. Berikut tanda-tanda gelatik silver yang baik jadikan induk.
1. Perangai Burung Gelatik Lincah
Burung gelatik silver mesti aktif bergerak kesana kemari. Tidak condong untuk diam saja. Bila ada suatu hal yang mendekati sangkarnya otomatis burung ini dapat terbang kelabakan. Burung yang diam di kuatirkan menderita sakit atau barangkali tengah alami stres. Perihal layaknya ini bisa menyebabkan fatal pada gagalnya usaha penangkaran yang tengah dikerjakan.2. Bulu Burung Gelatik Tertata Rapi serta Tidak Mengkorok
Bulu yang teratur rapi tunjukkan burung ini bersih serta tidak tengah alami stres. Burung gelatik silver biasanya menjaga bulu serta mengaturnya setelah mandi. Jika bulunya terlihat mengkorok mengisyaratkan burung tersebut tengah menderita sakit.3. Dubur Burung Gelatik Bersih
Sisi dubur mesti betul-betul di perhatikan dengan seksama. Bersih tidaknya sisi dubur tunjukkan situasi kesehatan dari burung itu sendiri. Janganlah tentukan seekor burung dengan dubur yang tidak bersih serta di sekelilingnya banyak kotoran. Perihal ini tunjukkan bahwa burung tersebut menderita permasalahan dengan pencernakannya. Barangkali burung terkena mencret atau infeksi pada usus atau lambungnya. Yang di kuatirkan perihal tersebut dapat alami penurunan pada anakannya.4. Paruh Burung Gelatik dengan Kondisi Baik
Pastikan burung yang letak paruh pada sisi atas dengan sisi bawahnya simetris. Jangan sempat terpilih yang cacat, yakni pada paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup dengan prima. Cacat layaknya ini bisa berlangsung akibat perkawinan yang sedarah.5. Lingkar Mata Burung Gelatik
Lingkar mata juga merupakan di antara panduan untuk tahu kesehatan burung. Mesti di perhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut yaitu merah terang bukan hanya pucat. Warna pucat tunjukkan situasi burung yang kurang fit. Burung yang baik umumnya mempunyai lingkar mata yang membulat prima dengan ketebalan yang rata. Disamping itu, lingkar matanya bersih serta halus, tidak ada lekukan-lekukan.Thursday, May 16, 2013
Burung Ocehan Indonesia yang Mulai Langka
Pertumbuhan para pecinta burung kicauan di Indonesia ironisnya tidak dibarengi dengan peningkatan pelestarian mengenai burung-burung kicauan tersebut. Yang terjadi, banyak pihak-pihak yang tak bertanggung jawab melakukan perburuan di hutan demi untuk memperoleh keuntungan sepihak tanpa memikirkan kelangsungan habibatnya. Alhasil, dewasa ini beberapa burung kicauan mengalami kelangkaan bahkan bisa dibilang sudah mulai punah. Jika hal ini tidak diperhatikan dan tidak ditindaklanjuti bukan tak mungkin beberapa tahun ke depan kita hanya akan dapat mendengar kicauan-kicauan merdu burung tersebut hanya dalam bentuk MP3 saja tanpa melihat langsung burung itu berkicau. Di bawah ini merupakan beberapa jenis burung ocehan (kicauan) di Indonesia yang sudah mulai mengalami kelangkaan baik dari segi jumlah maupun jenisnya :
1. Jalak Bali

Burung yang dijadikan maskot provinsi Bali ini memiliki ciri-ciri : bulu yang berwarna putih di sekujur tubuh, diselingi warna hitam pada ujung sayap dan ekornya, adanya semacam lingkaran berwarna biru mengelilingi mata. Kelangkaan yang terjadi pada burung pengkicau ini menyebabkan menjadi salah satu satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Saat ini burung Jalak Bali ditaksir hanya tersisa belasan ekor saja di alam liar dan beberapa ekor terdapat dalam penangkaran di salah satu kebun binatang di provinsi Bali.
2. Cenderawasih Merah

Oleh IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) burung ini masuk dalam kategori burung langkah dan terancam punah habitatnya di Indonesia. Burung yang hanya bisa ditemukan di dataran rendah daerah Irian Jaya Barat ini memiliki ciri-ciri : ukuran tubuh yang lumayan besar, warna bulu agak kecoklatan dan varian merah di bawahnya, di sekitar leher berwarna hijau tua.
3. Cucak Rawa

Burung pengicau yang banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan ini juga mulai kelangkaan akan habitatnya. Ciri khas akan suaranya serta adanya bentuk bulu timbul (Semacam mahkota) di kepalanya menjadikan keunikan tersendiri bagi burung yang memiliki nama ilmiah Pycnonotus zeylanicus. Merupakan salah satu jenis burung yang banyak digemari pecinta burung di tanah air.
4. Siskin Merah/Red Siskin

Keidentikan warna merah pada burung pengkicau jenis kenari satu ini menjadikannya di pasaran masuk dalam kategori ‘burung mahal’. Selain itu suaranya yang berbeda pada jenis kenari pada umumnya membuat permintaan terhadap burung ini naik. Sayangnya, saat ini burung Siskin Merah sudah payah dijumpai dan karena hal itu banyak di pasaran pedagang-pedagang burung ‘nakal’ menjual jenis Red Siskin palsu dengan memakai zat pigmen sintetis buatan.
5. Gelatik

Ukuran burung ini memiliki panjang sekitar 10 cm, biasa sering ditemui di pelataran sawah. Habitat burung Gelatik sendiri di alam liar mulai langkah, bisa dilihat pada daerah persawahan yang saat ini sudah jarang ditemui burung Gelatik. Untuk populasi burung Gelatik paling banyak terdapat pada daerah jawa namun karena perdagangan liar serta tidak adanya penangkaran terhadap burung ini, di jawa sendiri populasi burung Gelatik sudah tidak banyak.
Di atas hanya sebagian kecil pemaparan mengenai beberapa burung ocehan yang mengalami kelangkaan. Fenomena kelangkaan terhadap burung ocehan/kicauan rasanya akan semakin menyebar ke jenis-jenis yang lain yang banyak disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Sesama pecinta burung ada baiknya kita sama-sama menjaga kelestarian habitat burung ocehan di hutan tanpa melakukan pemburuan liar, perusakan lingkungan hijau, perdagangan ilegal. Akan lebih baik jika masing-masing pribadi memulai inisiatif untuk membuat penangkaran burung ocehan masing-masing, dengan begitu, populasi burung ocehan tetap terjaga. Karena bagaimanapun juga mendengarkan kicauan merdu burung ocehan bisa menjadi alternatif cara untuk menentramkan jiwa. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat memberikan pengajaran kepada kita semua :)
Oleh : Roma Doni
Referensi : id.wikipedia.org
Sumber Photo : Google.com
1. Jalak Bali

Burung yang dijadikan maskot provinsi Bali ini memiliki ciri-ciri : bulu yang berwarna putih di sekujur tubuh, diselingi warna hitam pada ujung sayap dan ekornya, adanya semacam lingkaran berwarna biru mengelilingi mata. Kelangkaan yang terjadi pada burung pengkicau ini menyebabkan menjadi salah satu satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Saat ini burung Jalak Bali ditaksir hanya tersisa belasan ekor saja di alam liar dan beberapa ekor terdapat dalam penangkaran di salah satu kebun binatang di provinsi Bali.
2. Cenderawasih Merah

Oleh IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) burung ini masuk dalam kategori burung langkah dan terancam punah habitatnya di Indonesia. Burung yang hanya bisa ditemukan di dataran rendah daerah Irian Jaya Barat ini memiliki ciri-ciri : ukuran tubuh yang lumayan besar, warna bulu agak kecoklatan dan varian merah di bawahnya, di sekitar leher berwarna hijau tua.
3. Cucak Rawa

Burung pengicau yang banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan ini juga mulai kelangkaan akan habitatnya. Ciri khas akan suaranya serta adanya bentuk bulu timbul (Semacam mahkota) di kepalanya menjadikan keunikan tersendiri bagi burung yang memiliki nama ilmiah Pycnonotus zeylanicus. Merupakan salah satu jenis burung yang banyak digemari pecinta burung di tanah air.
4. Siskin Merah/Red Siskin

Keidentikan warna merah pada burung pengkicau jenis kenari satu ini menjadikannya di pasaran masuk dalam kategori ‘burung mahal’. Selain itu suaranya yang berbeda pada jenis kenari pada umumnya membuat permintaan terhadap burung ini naik. Sayangnya, saat ini burung Siskin Merah sudah payah dijumpai dan karena hal itu banyak di pasaran pedagang-pedagang burung ‘nakal’ menjual jenis Red Siskin palsu dengan memakai zat pigmen sintetis buatan.
5. Gelatik

Ukuran burung ini memiliki panjang sekitar 10 cm, biasa sering ditemui di pelataran sawah. Habitat burung Gelatik sendiri di alam liar mulai langkah, bisa dilihat pada daerah persawahan yang saat ini sudah jarang ditemui burung Gelatik. Untuk populasi burung Gelatik paling banyak terdapat pada daerah jawa namun karena perdagangan liar serta tidak adanya penangkaran terhadap burung ini, di jawa sendiri populasi burung Gelatik sudah tidak banyak.
Di atas hanya sebagian kecil pemaparan mengenai beberapa burung ocehan yang mengalami kelangkaan. Fenomena kelangkaan terhadap burung ocehan/kicauan rasanya akan semakin menyebar ke jenis-jenis yang lain yang banyak disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Sesama pecinta burung ada baiknya kita sama-sama menjaga kelestarian habitat burung ocehan di hutan tanpa melakukan pemburuan liar, perusakan lingkungan hijau, perdagangan ilegal. Akan lebih baik jika masing-masing pribadi memulai inisiatif untuk membuat penangkaran burung ocehan masing-masing, dengan begitu, populasi burung ocehan tetap terjaga. Karena bagaimanapun juga mendengarkan kicauan merdu burung ocehan bisa menjadi alternatif cara untuk menentramkan jiwa. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat memberikan pengajaran kepada kita semua :)
Oleh : Roma Doni
Referensi : id.wikipedia.org
Sumber Photo : Google.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


