Showing posts with label roma doni. Show all posts
Showing posts with label roma doni. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Gejala-gejala Burung Ocehan Kenari Sakit



Burung kenari termasuk dalam kategori burung ocehan yang banyak dipelihara orang. Tidak hanya dari segi suara, burung kenari juga indah untuk dijadikan burung hias di rumah. Banyaknya variasi warna pada jenis burung kenari disebabkan jenis ini banyak dikawin silangkan dengan burung kenari luar atau dengan burung lain sejenisnya. Sehingga sangat gampang ditemui di pasaran burung kenari blasteran. Burung kenari yang asli memang agak sulit dicari, beberapa penjual kenari malahan ada yang melakukan penyuntikan zat warna bulu pada burung kenari palsu agar terlihat mirip dengan yang asli, tentu saja demi menunjang harga jualnya.

Mengenyampingkan dari segi kelebihan burung kenari, ternyata burung kenari tergolong jenis burung ocehan yang rentan sakit. Kekurangpiawaian pemilik burung kenari dalam merawat dan memeliharanya tentunya bukan hal baik bagi kelangsungan burung tersebut. Dibutuhkan sedikit banyaknya pengetahuan bagi para pemilik dalam melakukan perawatan bagi burung kenari peliharaan mereka. Untuk itu, Artikel kali ini akan membahas tentang gejala-gejala burung ocehan kenari menuju sakit. Pernahkah anda mendengar istilah ‘Mencegah lebih baik daripada mengobati’? ini merupakan pernyataan yang sangat benar sekali, dengan anda mencegah maka penyakit tidak akan sampai ter-alami, dan pastinya dilihat dari segi ekonomi pun anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli obat guna mengatasinya.

Setiap makhluk hidup yang ingin sakit sebelumnya pasti merasakan sesuatu yang disebut dengan gejala. Gejala-gejala tersebut dapat berupa banyak hal, baik perubahan kondisi tubuh, kenyerian di bagian anggota badan, perasaan lelah dan sebagainya. Sama halnya dengan burung Kenari juga mengalami gejala-gejala ketika ingin menuju sakit. Dan gejala-gejala tersebut dapat kita ketahui dengan memperhatikan 3 K (Kotoran, Kebiasaan dan Keadaan) sebagai berikut :

  • Kotoran
    Burung kenari yang sehat mengeluarkan kotoran berbentuk kering. Apabila anda melihat kotoran kenari peliharaan anda berbentuk cair disertai warna kemerah-merahan, maka kemungkinan besar burung kenari anda dalam keadaan kurang sehat. Kotoran yang berbentuk cair pada umumnya pertanda ada gangguan pada bagian pencernaannya, bisa disebabkan pemberian pakan yang salah.

  • Kebiasaan
    Tentunya sebagai pemilik anda diharuskan mengetahui kebiasaan burung kenari peliharaan anda, apakah bertipe burung lincah atau memang tidak. Yang jelas, ketika burung menunjukkan perilaku yang tidak biasa di sangkar seperti tidak mau berkicau, atau tidak nafsu makan, ada kemungkinan burung tersebut sedang tidak Fit. Itu merupakan cara burung dalam membahasakan kondisinya.

  • Keadaan
    Anda juga dapat mengambil burung kenari dalam sangkar untuk diperiksa keadaan tubuhnya. Burung kenari yang sakit tubuhnya menyalurkan suhu hangat yang tidak biasa, periksa pada bagian tubuhnya apakah ada yang terluka bisa dikarenakan gigitan kutu, atau kecelakaan saat melompat di sangkar. Semua itu berpengaruh dengan kondisinya ke depan.

Dengan melihat beberapa gejala tersebut, diharapkan anda dapat mengambil langkah yang tepat saat burung kenari peliharaan anda mendapati gejala di atas demi menanggulanginya agar burung kicauan kenari milik anda tidak sampai mengalami sakit. Salah satunya dengan perubahan jenis pakan dan pola perawatan yang lebih intensif. Semoga bermanfaat. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://burungkenari.wordpress.com/2012/04/30/tanda-tanda-burung-kenari-sakit/
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 22, 2013

Merawat Burung Ocehan di Musim Penghujan



Pergantian musim di Indonesia yang sudah tidak menentu membawa kondisi yang tidak stabil bagi keadaan burung kicauan, karena hal itu dapat mengakibatkan burung mengalami proses penurunan stamina, drop, dan berpeluang untuk sakit. Perubahan cuaca juga akan mengakibatkan burung akan sulit berkicau karena di masa ini burung kicauan biasanya akan mengalami serak suara, apalagi burung ocehan yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Bagi anda yang memelihara burung ocehan harus dapat menyiasati perubahan kondisi tersebut demi kebaikan burung peliharaan anda, jika tidak maka jangan salahkan apabila burung kicauan anda menderita cacat mental. Perubahan cuaca di musim penghujan jangan dianggap sepele, karena dapat mengakibatkan efek yang fatal bagi burung kicauan peliharaan. Nah, bagi anda yang ingin mengatasi permasalahan di atas guna menjaga kondisi burung kicauan anda tetap stabil di masa penghujan, di bawah ini akan dijelaskan langkah-langkah yang dapat anda ambil untuk menghadapi perubahan cuaca ketika di musim penghujan, adalah sebagai berikut :

  • Penambahan Exstra Fooding
    Yaitu bertujuan untuk menstabilkan birahi burung ocehan agar tetap semangat supaya kegacorannya stabil. Penambahan ekstra fooding ini dapat anda lakukan dengan pemberian pakan jangkrik dengan porsi lebih banyak dari biasa. Misal, setiap hari burung ocehan tersebut diberi 2 jangkrik, maka di musim penghujan dapat anda lakukan penambahan menjadi 4-5. Pakan yang dapat dijadikan ekstra fooding seperti : jangkrik, ulat, kroto dan belalang.

  • Pengaturan tempat mandi
    Bagi burung ocehan yang ditempatkan dalam sangkar dengan terdapat tempat/bak mandi di dalamnya maka kondisikan air dalam tempat tersebut dikurangi, perkirakan ketika mandi burung tidak leluasa untuk membasahi keseluruhan tubuhnya. Begitu juga apabila burung kicauan sudah terbiasa mandi dalam keramba, air dalam keramba juga harus dikurangi. Kondisi dingin ketika musim penghujan sudah cukup untuk perubahan kondisi burung ocehan.

  • Pengaturan waktu menjemur
    Ketika burung ocehan selesai mandi, lakukan penjemuran secara langsung, hal itu mengurangi kadar air dalam bulu-bulu sehingga kondisi tubuh burung tersebut stabil seperti semula. Di musim penghujan hal yang tidak boleh terlewatkan adalah waktu penjemuran ini karena burung memerlukan pemanasan seimbang terhadap tubuhnya, penjemuran dilakukan dengan mengarahkan ke arah datangnya sinar matahari. Penjemuran dapat dilakukan kurang lebih selama 30 menit.

  • Pengaturan kondisi sangkar
    Jika terlihat kondisi di luar rumah sangat dingin, letakkan sangkar ditempat yang intensitas kedinginannya rendah. Gunakan kain penutup sangkar untuk menambahi kehangatan. Lakukan hal itu sampai cuaca benar-benar memungkinkan membawa burung ke luar rumah.

Di musim penghujan memang membawa kondisi cuaca yang tidak stabil keadaannya. Namun jika mengetahui cara mengatasinya maka perubahan cuaca tidak membawa perubahan negatif yang berarti bagi burung kicauan. Apabila burung kicauan anda sudah terlanjur sakit di musim penghujan alternatif yang dapat anda berikan yaitu pemberian zat vitamin berupa obat dan sebagainya dengan tetap melaksanakan langkah-langkah di atas. Dengan begitu, semoga burung kicauan milik anda tetap fit di segala kondisi. Trims.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.hewanpedia.com/2013/01/tips-merawat-burung-berkicau-di-musim.html
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, June 12, 2013

Manfaat Mendengar Kicauan Burung Ocehan



Siapa sangka ternyata mendengar kicauan burung ocehan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Mungkin sebagian pendapat para penghobis burung akan mengatakan “Mendengarkan suara kicauan burung dapat menentramkan jiwa” atau anda juga berpendapat sama, jika iya berarti memang benar akan ada manfaat dari mendengarkan kicauan burung ocehan. Pendapat ini dikuatkan dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak dari ilmuwan luar negeri. Salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian ini adalah Eleanor Ratcliffe, ilmuwan asal inggris. Ia mengatakan “Banyak bukti bersifat anekdot yang menyatakan kita merespon positif kicauan burung, tapi penelitian ilmiah tentang efek psikologis mendengarkan kicauan burung memang masih kurang” penjelasannya tersebut mengandung makna bahwa sebenarnya dampak positif mendengarkan kicaun burung ocehan itu banyak, namun dalam hal ini ia masih belum bisa menjelaskan dampak positif itu secara ilmiah.

Ternyata pembuktian terhadap manfaat kicauan burung ocehan telah mencapai dampak yang real. Di luar negeri, beberapa negara memanfaatkan kicauan burung ocehan sebagai pendukung kelancaran bisnis mereka. Salah satunya terdapat pada Rumah Sakit Alder Hey di Liverpool, Inggris. Di sepanjang koridor rumah sakit tersebut anda akan mendengarkan kicauan-kicauan burung di sana. Menurut mereka pemasangan rekaman kicauan-kicauan burung tersebut dapat mengurangi ketakutan pasien dalam melakukan pengobatan , misalnya disuntik atau dioperasi. Dan siapa sangka hasil yang mereka terima dari para pasien sangat positif. Sama halnya dengan rumah sakit itu, sejumlah bank di luar negeri tepatnya di Kolombia memutarkan rekaman kicauan burung pada kantor perbankan mereka. Hasil yang mereka dapat juga cukup mengejutkan, karena di saat seringnya memutarkan kicauan burung tersebut terjadi lonjakan persetujuan nasabah, dari yang sebelumnya 64% mengalami peningkatan menjadi 90%. Hal yang luar biasa.

Secara umum manfaat yang akan kita dapatkan di saat mendengarkan kicauan burung ocehan adalah sebagai berikut : 1) Sebagai sarana menentramkan jiwa, suara kicauan burung yang indah membawa kenyamanan bagi orang yang mendengarnya hal itu perlahan membawa ketentraman jiwa di kala hati penuh masalah. 2) Peningkatan kemampuan bekerja, setelah mendengarkan kicauan burung otak akan kembali menjadi fresh dan segar sehingga bekerja bisa lebih maksimal. Kebiasaan ngantuk, malas juga akan hilang. 3) Melatih otak untuk berfikir kreatif, kicauan burung yang bervariasi konon katanya membawa dampak baik bagi syaraf-syaraf di otak. Seperti pemanfaatan dalam mendengarkan suara musik, mendengarkan kicauan burung ocehan juga membawa dampak positif bagi pikiran manusia.

Jelaslah sudah, banyak manfaat yang akan kita terima dari memelihara burung ocehan terutama dari kicauannya. Kicauan burung ocehan tidak hanya melulu untuk diikutsertakan dalam setiap event lomba demi mendapat keuntungan. Karena secara tidak langsung hanya mendengar suara kicauannya saja sudah merupakan keuntungan bagi diri kita sendiri, baik dari segi jasmani terlagi rohani/psikis.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://omkicau.com/tag/manfaat-kicauan-burung/
http://mirza-shahreza.blogspot.com/2011/12/ilmuwan-teliti-manfaat-psikologis.html
Sumber Photo : Liputan6.com

Tuesday, June 11, 2013

Bisnis Jangkrik sebagai Pakan Burung Ocehan



Mau berbisnis tapi dengan modal pas-pasan? Takut rugi karena bisnis kurang menjanjikan? Anda tidak perlu khawatir dengan hal itu. Tahukah anda salah satu serangga yaitu jangkrik? Yah, pasti semua mengetahui serangga jenis ini yang biasanya dianggap sebagai serangga ‘kotoran rumah’ bagi sebagian orang. Tetapi apakah anda juga mengetahui kalau jangkrik merupakan serangga yang sangat dicari untuk saat ini? Tentu sedikit yang tahu.

Begini, para pecinta burung ocehan di Indonesia bisa dibilang perkembangannya cukup pesat, permintaan terhadap burung ocehan juga menunjukkan grafik yang meningkat setiap tahunnya. Hal itu berdampak baik para peternak serangga terutama jangkrik. Jangkrik merupakan pakan utama hampir semua burung ocehan, otomatis semakin meningkat jumlah penghobi burung ocehan maka permintaan terhadap jenis pakannya juga akan meningkat.

Banyak penghobi burung yang mempercayai, pemberian pakan jangkrik pada burung ocehan membawa manfaat pada burung ocehan tersebut. Selain menyehatkan stamina burung dan mempercepat pertumbuhan, pakan jangkrik juga dapat memperindah suara kicauan pada burung. Untungnya lagi, pembudidayaan serangga jangkrik tidak memerlukan modal yang besar dan proses pembuatan tempatnya juga tidak ribet. Begitu mudahnya pembudidayaan jangkrik sehingga untuk menjalankan bisnis ini siapa saja bisa melakukannya karena tidak diperlakukan keahlian khusus.

Berikut langkah-langkah pembudidayaannya :

Tempat bisa berbentuk persegi empat dibuat dari bahan triplek ukuran 150 x 100 x 50, usahakan ukuran kandang besar dengan kedalaman kandang sedang, agar jangkrik yang dapat ditampung di dalamnnya banyak. Semakin banyak tempat ternak jangkrik yang anda buat maka semakin banyak hasil yang akan anda peroleh. Jangan lupa, pada dasar kandang jangkrik anda dapat melapisi dasaran kandang dengan pasir. Pasir tersebut berguna sebagai tempat jangkrik meletakkan telur-telurnya dan melakukan aktivitasnya. Untuk setiap kandang ukuran besar anda dapat menaruh 100 ekor jangkrik di dalamnya. Dalam kandang itu lebih baik jumlah jangkrik betina yang harusnya mendominasi agar anakan yang dihasilkan banyak.

Setelah melakukan peletakan jangkrik pada kandang anda tinggal memberikan makanan untuk jangkrik. Makanan bisa berupa sayur-sayuran seperti bayam, daun singkong, dan segala sayurannya yang memiliki kandungan basah yang rendah. Anda hanya tinggal menunggu jangkrik melakukan proses perkawinan dan bertelur. Kemudian beberapa minggu setelah itu anakan jangkrik kecil akan muncul dari dalam pasir-pasir tersebut. Kurang dari satu bulan jangkrik sudah dapat dipanen.

Keberhasilan pembudidayaan jangkrik ini jika dibuat dalam sebuah persentase sekitar 90% berhasil sedangkan yang 10% anda cukup menjauhkan dari gangguan serangga lain pemakan jangkrik seperti cicak dan lainnya, dan untuk keteraturan suhu anda juga bisa menutupi dengan memasangkan lampu 5 watt sebagai penghangat jangkrik.

Nah, berdasarkan penggambaran di atas. Berbisnis bukan berarti harus mengeluarkan modal yang besar untuk memperoleh keuntungan yang besar, tetapi akan lebih hebat lagi berbisnis dengan modal yang kecil namun bisa mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat, apalagi usaha bisnis yang dijalankan sangatlah mudah. Demikian artikel ini semoga bermanfaat bagi anda yang mencari peluang bisnis.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://asepdarmawanhtclampung.blogspot.com/2013/05/bisnis-usaha-jangkrik-menjanjikan-cara.html
http://www.lensaindonesia.com/ternak-jangkrik-usaha-alternatif-dan-menguntungkan.html
Sumber Photo : Google.com

Thursday, May 23, 2013

Mengenal Jenis Makanan Burung Ocehan



Siklus di atas membuktikan bahwa keuntungan dari apa yang kita peroleh kesemuanya itu tidak terlepas dari dasar awal kita memulainya. Baik dari makanan atau bagaimana cara kita merawatnya. Makanan yang sehat pada akhirnya bisa membuat si pemilik memperoleh keuntungan yang besar, begitu juga sebaliknya.

Seperti halnya manusia, burung ocehan juga mempunyai jenis makanan yang berbeda-beda. Ada makanan yang disukai dan ada yang tidak. Pada umumnya, di alam bebas para burung ocehan tersebut cenderung mempunyai kesukaan makanan yang sama, namun beberapa ada perbedaannya tergantung dari kondisi tempat dan jenis burung itu. Jenis makanan burung ocehan terklasifikasi menjadi dua, yaitu jenis hewani dan hayati. Jenis hewani adalah makanan burung yang berasal dari hewan-hewan atau jenis olahan yang bahan dasarnya dari hewan, bisa jenis serangga, daging, ikan dll. Sedangkan jenis hayati ialah makanan burung yang berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Untuk lebih mengetahui selengkapnya mengenai jenis makanan burung ocehan, berikut penulis paparkan di bawah ini :

1. Jenis Hewani

  • Serangga
    Jenis serangga merupakan makanan favorite rata-rata burung ocehan. Yang tergolong ke dalam serangga : semut, jangkrik, belalang, kelabang, ulat. Burung ocehan pemakan serangga ada banyak yah, mungkin hampir keseluruhan. Seperti : Murai Batu, Jalak, Kacer, Nuri, Kenari, cucak rawa dll. Kandungan hewan jenis serangga juga bervariasi ada yang mengandung banyak protein, vitamin, lemak, mineral yang kesemuanya itu membawa kebaikan pada burung ocehan jika diberikan secara tidak berlebihan dan benar sesuai kebutuhan burung tersebut.

  • Kroto
    Buat yang gak tau kroto itu apa? Kroto adalah telur dari semut angkrang yang masih berbentuk larva dan pupa. Memiliki ciri-ciri berwarna putih, berbentuk agak memanjang. Ini juga menjadi makanan burung ocehan yang paling dicari, membuat harga kroto juga tergolong mahal. Salah satu manfaat bagi burung ocehan mengkonsumsi kroto adalah meningkatkan stamina pada burung agar stamina prima.
    Biasanya Kroto diberikan oleh para penghobis burung untuk jenis burung ocehan yang ingin diikutkan lomba, seperti : Murai, Anis, Kenari, Kacer, Kutilang.

  • Ikan
    Kandungan Protein, omega 3, Omega 6 yang baik bagi kesehatan seekor burung terdapat dalam ikan. Namun, untuk burung kicauan sendiri tidak banyak yang menyukai jenis makanan satu ini, tapi tetap diantaranya juga ada, hanya saja untuk ikan-ikan yang berukuran kecil. Yang termasuk burung ocehan yang mengkonsumsi ikan adalah burung kacer, kutilang, anis, Murai Batu.

  • Cacing
    Selain pada Ikan, kandungan Protein juga banyak terdapat pada cacing. Untuk jenisnya sendiri, cacing yang paling baik untuk pakanan burung kicauan adalah cacing tanah.

  • Katak Kecil
    Katak kecil juga menjadi buruan pakan untuk burung kicauan. Burung kicauan yang paling suka pada pakan ini adalah burung cendet.

2. Jenis Nabati

  • Sayur-sayuran
    Jenis sayur-sayuran yang disukai burung kicauan : kangkung, toge, slada, sawi. Kandungan vitamin sayuran sudah tidak perlu diragukan lagi khasiatnya, mungkin kita sendiri sudah bisa merasakannya. Salah satunya demi kebugaran jasmani. Burung kicaun yang dapat diberi pakan sayuran : Kenari, burung balam.

  • Buah-buahan
    Pepaya, pisang, buah kersen, jeruk, timun merupakan jenis buah-buahan kesukaan burung kicauan. Burung cucak rowo sendiri adalah salah satu dari beberapa burung kicauan yang memakan buah-buahan. Manfaat buah-buahan bagi burung kicauan adalah melancarkan pencernaan burung tersebut, dan sebagian sebagai obat.

  • Biji-bijian
    Untuk pakan biji-bijian ini ada terbagi dua, yaitu biji-bijian kasar dan biji-bijian halus. Biji-bijian kasar biasa dikonsumsi untuk burung kicaun yang berukuran besar atau sedang, seperti burung perkutut, balam, dan burung betet. Sementara untuk biji-bijian halus dikonsumsi untuk burung kicauan berukuran kecil, sesuai dengan ukuran paruhnya, seperti : kenari, Murai, Gelatik, emprit,tekukur. Contoh pakan biji-bijian kasar : jagung, padi, kacang hijau, beras, gandum. Biji-bijian halus : pellet ukuran kecil, jewawut.

Demikianlah penjelasan mengenai pengklasifikasian jenis makanan untuk burung ocehan. Segala macam kandungan pada masing-masing makanan pada dasarnya membawa kemanfaatan bagi burung ocehan itu sendiri jika dikonsumsi dengan takaran yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa memberi arahan kepada para penghobis burung, untuk bisa memberi pakan terbaik kepada burung ocehan mereka.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://omkicau.com/artikel-lengkap/pakan-burung/

Thursday, May 16, 2013

Menjaga Burung Kicauan sebagai Identitas daerah di Indonesia

Burung Ocehan merupakan jenis burung yang paling banyak diminati oleh kalangan penghobis burung di dunia. Keindahan tubuh dan kicauan seekor burung ocehan menjadi kelebihan tersendiri dibanding dengan hewan-hewan lainnya. Ternyata peranan seekor burung itu juga luar biasa hebatnya, tak heran, di Indonesia beberapa jenis burung ocehan dijadikan sebagai identitas/maskot daerahnya masing-masing. Hal ini secara tidak langsung dapat diartikan sebagai sebuah apresiasi besar yang ditujukan kepada kelompok hewan vertebrata yang memiliki bulu dan sayap ini. Alasan beberapa daerah menetapkan jenis burung tertentu menjadi identitas/maskot daerah mereka adalah karena setiap burung mencerminkan sebuah filosofi yang sesuai untuk menggambarkan identitas daerah tersebut. Sedangkan alasan lain menyebutkan karena memang burung ocehan tersebut lahir dan hanya terdapat pada daerah itu saja. Di sini tampaklah bahwa ‘Burung’ tidak saja bermanfaat dalam hal keindahan tubuh dan kicauan merdunya saja, tapi di sisi lain seekor burung juga dapat menggambarkan identitas suatu tempat.

Adapun Jenis burung kicauan yang dijadikan identitas maskot provinsi di Indonesia, antara lain :

  • Beo Nias Maskot provinsi Sumatera Utara
  • Jalak Bali Maskot provinsi Bali
  • Perkutut Maskot provinsi D.I Yogyakarta
  • Nuri Raja Maskot provinsi Maluku
  • Kepodang Emas Maskot provinsi Jawa Tengah
  • Cenderawasih Merah Maskot Provinsi Papua Barat
  • Cempala Kuneng Maskot Provinsi Aceh
  • Bidadari Halmahera Maskot Provinsi Maluku Utara


Rata-rata burung kicauan yang dijadikan identitas maskot di atas, sudah mengalami kelangkaan populasinya. Padahal sebenarnya, dengan pelabelan yang dilakukan penguasa dalam hal ini pemerintah terhadap beberapa jenis burung kicauan tersebut, juga merupakan upaya dalam melakukan pelestarian burung kicauan yang saat ini kondisinya nyaris langka di alam liar. Apalagi Langkah itu juga didukung dengan ketegasan pemerintah dalam undang-undang yang mengatur mengenai penetapan identitas fauna tentang hewan-hewan yang dilindungi beserta sanksi bagi orang-orang yang melanggar. Memang dalam hal ini pemerintah juga tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya tonggak dari masyarakat. Untuk itu, upaya yang dilakukan pemerintah selayaknya sesama pecinta burung kita dukung sepenuhnya, melindungi dan membudidayakan burung-burung kicauan tersebut terkhusus yang menjadi identitas bagi daerah kita masing-masing. Seperti halnya menjaga kebudayaan-kebudayaan bangsa Indonesia yang lain seperti lagu, batik, tarian, seni dst yang sempat terjadi pengklaiman oleh negara Tetangga. Semua itu menjelaskan ketidakmustahilan pengklaiman itu juga akan terjadi pada burung kicauan ini, mengingat penyebarannya yang sangat luas. Sebelum semua itu terjadi, pelabelan yang sudah menjadi identitas bangsa haruslah dijaga kelestarian nya agar segala hal yang menjadi ciri khas identitas itu tidak hilang, termasuk pengadaptasian burung ocehan/kicauan tersebut. Dengan kata lain, menjaga kelestarian burung kicauan berarti juga menjaga identitas suatu bangsa.

Oleh : Roma Doni

Burung Ocehan Indonesia yang Mulai Langka

Pertumbuhan para pecinta burung kicauan di Indonesia ironisnya tidak dibarengi dengan peningkatan pelestarian mengenai burung-burung kicauan tersebut. Yang terjadi, banyak pihak-pihak yang tak bertanggung jawab melakukan perburuan di hutan demi untuk memperoleh keuntungan sepihak tanpa memikirkan kelangsungan habibatnya. Alhasil, dewasa ini beberapa burung kicauan mengalami kelangkaan bahkan bisa dibilang sudah mulai punah. Jika hal ini tidak diperhatikan dan tidak ditindaklanjuti bukan tak mungkin beberapa tahun ke depan kita hanya akan dapat mendengar kicauan-kicauan merdu burung tersebut hanya dalam bentuk MP3 saja tanpa melihat langsung burung itu berkicau. Di bawah ini merupakan beberapa jenis burung ocehan (kicauan) di Indonesia yang sudah mulai mengalami kelangkaan baik dari segi jumlah maupun jenisnya :

1. Jalak Bali



Burung yang dijadikan maskot provinsi Bali ini memiliki ciri-ciri : bulu yang berwarna putih di sekujur tubuh, diselingi warna hitam pada ujung sayap dan ekornya, adanya semacam lingkaran berwarna biru mengelilingi mata. Kelangkaan yang terjadi pada burung pengkicau ini menyebabkan menjadi salah satu satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Saat ini burung Jalak Bali ditaksir hanya tersisa belasan ekor saja di alam liar dan beberapa ekor terdapat dalam penangkaran di salah satu kebun binatang di provinsi Bali.

2. Cenderawasih Merah



Oleh IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) burung ini masuk dalam kategori burung langkah dan terancam punah habitatnya di Indonesia. Burung yang hanya bisa ditemukan di dataran rendah daerah Irian Jaya Barat ini memiliki ciri-ciri : ukuran tubuh yang lumayan besar, warna bulu agak kecoklatan dan varian merah di bawahnya, di sekitar leher berwarna hijau tua.

3. Cucak Rawa



Burung pengicau yang banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan ini juga mulai kelangkaan akan habitatnya. Ciri khas akan suaranya serta adanya bentuk bulu timbul (Semacam mahkota) di kepalanya menjadikan keunikan tersendiri bagi burung yang memiliki nama ilmiah Pycnonotus zeylanicus. Merupakan salah satu jenis burung yang banyak digemari pecinta burung di tanah air.

4. Siskin Merah/Red Siskin



Keidentikan warna merah pada burung pengkicau jenis kenari satu ini menjadikannya di pasaran masuk dalam kategori ‘burung mahal’. Selain itu suaranya yang berbeda pada jenis kenari pada umumnya membuat permintaan terhadap burung ini naik. Sayangnya, saat ini burung Siskin Merah sudah payah dijumpai dan karena hal itu banyak di pasaran pedagang-pedagang burung ‘nakal’ menjual jenis Red Siskin palsu dengan memakai zat pigmen sintetis buatan.

5. Gelatik



Ukuran burung ini memiliki panjang sekitar 10 cm, biasa sering ditemui di pelataran sawah. Habitat burung Gelatik sendiri di alam liar mulai langkah, bisa dilihat pada daerah persawahan yang saat ini sudah jarang ditemui burung Gelatik. Untuk populasi burung Gelatik paling banyak terdapat pada daerah jawa namun karena perdagangan liar serta tidak adanya penangkaran terhadap burung ini, di jawa sendiri populasi burung Gelatik sudah tidak banyak.

Di atas hanya sebagian kecil pemaparan mengenai beberapa burung ocehan yang mengalami kelangkaan. Fenomena kelangkaan terhadap burung ocehan/kicauan rasanya akan semakin menyebar ke jenis-jenis yang lain yang banyak disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Sesama pecinta burung ada baiknya kita sama-sama menjaga kelestarian habitat burung ocehan di hutan tanpa melakukan pemburuan liar, perusakan lingkungan hijau, perdagangan ilegal. Akan lebih baik jika masing-masing pribadi memulai inisiatif untuk membuat penangkaran burung ocehan masing-masing, dengan begitu, populasi burung ocehan tetap terjaga. Karena bagaimanapun juga mendengarkan kicauan merdu burung ocehan bisa menjadi alternatif cara untuk menentramkan jiwa. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat memberikan pengajaran kepada kita semua :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : id.wikipedia.org
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, May 7, 2013

Cara Menjinakkan Burung Ocehan Liar



Jika anda melakukan survei di tempat jual-beli burung di pasar, sebagian besar burung-burung yang diperjualbelikan merupakan hasil penangkapan liar di hutan, walau tetap masih ada beberapa burung hasil penangkaran burung jadi (dipelihara dari anakan). Burung-burung ocehan yang didapat dari hasil penangkapan liar di hutan cenderung memiliki sifat penakut terhadap manusia, karena biasanya masih terbawa sifat lingkungan bebas sebelum burung itu ditangkap, dan akhirnya membuat burung tersebut enggan untuk berkicau. Padahal salah satu keindahan dari seekor burung adalah kicauan merdunya. Nah, burung-burung hasil penangkapan liar di hutan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Perilaku burung yang giras
    Giras disini maksudnya tindakan burung yang tidak terkendali ketika dalam sangkar, seperti : terbang liar ke penjuru sangkar (gak karuan) atau menabrakkan diri pada sangkar.
  • Sulit berkicau
    Kondisi suasana baru dalam sangkar (tidak bebas seperti di hutan) membuat burung tersebut mengalami gejala stress, ditandai dengan keengganannya untuk berkicau. Kebanyakan burung-burung itu hanya berkicau dalam keadaan sunyi, ketika merasa tidak ada orang-orang sekitar yang memperhatikan.
  • Tidak mau makan
    Tidak hanya sulit berkicau saja, lebih daripada itu burung-burung tersebut juga memilih dalam hal pakanan. Mungkin hal itu juga menjadi salah satu faktor kematian yang sering dialami burung-burung hasil penangkapan liar di hutan.

Di samping segala sisi minus dari burung penangkapan liar di hutan, bukan berarti burung-burung tersebut tidak bisa dilatih untuk menjadi burung yang master, burung yang lebih jinak sesuai keinginan anda. Karena pada hakikatnya di alam liar sana burung tersebut sudah terlatih alami dengan sendirinya. Di sinilah diperlukan ketelatenan si pemilik burung untuk merawat dan memelihara burung liar itu agar perasaan nyaman pada sang burung kembali lagi walau dalam kondisi lingkungan yang berbeda (sangkar), sehingga diharapkan perilaku burung ocehan liar dalam sangkar bisa menjadi normal dan pastinya mau berkicau merdu. Berikut hal-hal yang harus anda perhatikan untuk melakukan proses penjinakan pada burung penangkapan liar di hutan :
  • Letakkan sangkar burung dalam suasana tempat yang ramai
    Hal pertama yang harus anda lakukan ketika mendapat burung penangkapan liar di hutan atau yang anda dapatkan dari tempat jual beli burung adalah taruh burung tersebut dalam sangkar di tempat yang ramai. Bisa di depan rumah, atau tempat-tempat yang menjadi jalan utama orang-orang lewat. Hal itu bertujuan untuk membiasakan burung itu dalam kondisi yang baru. Pada prakteknya nanti kemungkinan besar burung tersebut akan melakukan tindakan-tindakan liar (gak karuan) atau malah sampai merusak tubuh sendiri. Untuk melakukan penjinakan biarkan hal itu terjadi. Karena jika khawatir burung akan lecet atau sebagainya maka proses giras sang burung akan semakin lama.
  • Lakukan perawatan burung
    Tiap pagi dan sore hari lakukan pemandian pada sang burung, sangkarnya juga dibersihkan. Bisa dengan anda semprotkan air ketika burung masih dalam kandang, tapi lebih bagusnya anda ambil burung tersebut kemudian anda oleskan sedikit demi sedikit air pada sekujur tubuhnya. Anda lakukan dengan hati-hati dan senyaman mungkin jangan sampai burung terlepas dari tangan anda. Itu merupakan proses penyamanan burung pada lingkungan sekitar, agar burung tersebut tidak merasa terancam.
  • Pemberian Pakan
    Cari makanan alami kesukaan jenis burung tersebut ketika di hutan, seperti belalang, jangkrik, ulat, semut atau serangga-serangga lainnya. Jangan langsung anda beri makanan olahan yang biasa diperjualbelikan dalam bentuk bungkusan itu, karena biasanya burung tersebut tidak mau makan. Untuk awalnya anda gantungkan beberapa serangga kesukaan burung itu dalam sangkar, kemudian anda menjauh dari tempat untuk menarik sang burung memakan pakan yang sudah disediakan. Lakukan hal ini berulang kali, sampai burung terbiasa dengan pemberian pakan itu sehingga burung itu merasa ketergantungan dengan pakan yang disediakan, nah ketika itu barulah anda sendiri yang mencoba untuk menyodorkan pakanannya pada sang burung.
  • Sejajarkan sangkar burung dengan sangkar burung lainnya
    anda bisa meletakkan sangkar burung ocehan liar tersebut di sebandingkan dengan burung peliharaan anda lainnya, agar kenyamanan burung ocehan liar cepat timbul dan tidak merasa sendiri. Atau bisa dibarengi dengan memutar MP3 suara-suara burung yang bisa anda download dari internet sekalian untuk melatih burung ocehan liar tersebut berkicau.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa anda lakukan dalam proses penjinakan burung ocehan liar, lama atau cepatnya burung tersebut jinak tergantung dari ketelatenan si pemilik burung dalam merawatnya. Selamat mencoba :)

Oleh : Roma Doni
Referensi :
http://omkicau.com/2008/10/07/cara-membuat-burung-jadi-jinak
Sumber Photo : google.com

Tuesday, April 30, 2013

Berbisnis Burung Ocehan Kenari



Berbicara mengenai burung ocehan, jenis burung yang satu ini juga tidak diragukan lagi kekhasan suaranya, ialah burung Kenari. Bentuknya yang mungil, bulunya yang indah, serta suaranya yang merdu dan bervariatif menjadi nilai plus tersendiri bagi para pecinta burung di tanah air. Tidaklah heran, hampir setiap lomba ‘burung’ yang diadakan selalu mengikutkan kelas Kenari di dalamnya. Perawatan terhadap burung Kenari ini juga sangat mudah, seperti perawatan burung pada umumnya hal utama yang harus di perhatikan adalah aspek makanan-minuman dan kesehatan burung Kenari dengan menjaga kebersihan sangkar. Dengan memperhatikan 2 aspek itu saja, mudah-mudahan kesehatan burung Kenari tetap terjaga. Selain perawatannya yang mudah, budidaya burung Kenari juga tidaklah sulit. Bahkan sebagian orang memanfaatkan keadaan ini menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan baginya. Sebut saja, beberapa kelebihan burung Kenari adalah dapat menghasilkan anakan yang cukup banyak dalam sekali bertelur (2 sampai 6 anakan untuk satu induk) dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk beranjak dewasa dan mengeluarkan kicauan yang merdu (± 3 bulan). Sehingga dengan begitu, membudidayakan burung Kenari dapat menghasilkan keuntungan yang besar dan cepat.

Untuk saat ini harga burung Kenari di pasaran berkisar Rp 200.000 – Rp 400.000 untuk jenis Kenari lokal, sementara jenis Kenari impor berkisar Rp 400.000 - jutaan rupiah. Berbisnis burung Kenari dapat menjadi usaha yang menggiurkan. Anda tidak perlu takut mengenai nilai jual burung Kenari ini, harganya di pasaran cenderung stabil dan malahan akan terus mengalami kenaikan akibat penggemar burung ini yang semakin banyaknya. Perlu diketahui, burung Kenari ini memiliki jenis yang beragam, setiap jenis mempunyai keunikannya masing-masing. Beberapa merupakan hasil perkawinan silang antara jenis Kenari yang berbeda sehingga menghasilkan jenis Kenari baru.
  1. Kenari Postur (Type Canary) : Kenari yang dikategorikan berdasarkan keunggulan bentuk tubuhnya seperti ukuran tubuh dan bentuk bulu. Yang tergolong ke dalam Kenari postur : Kenari Gloster, Kenari Yorkshire, Kenari Frill, Kenari Lizard, Kenari Norwich, Kenari Five Fancy, Kenari Borde dan lain-lain.
  2. Kenari Warna (Colorbred Canary) : Kenari yang digolongkan karena keunikan dalam segi warna, kekontrasan warna bulu. Jenis Kenari yang termasuk di dalamnya. : Kenari Red Intensive, Kenari Red Mozaic, Kenari Yellow Intensive, Kenari White Dominant dan lain sebagainya.
  3. Kenari Penyanyi (Song Canary) : Keunggulan Kenari yang dilihat dari segi suara/kicauannya. Kelihaiannya mengeluarkan kicauan-kicauan merdu. Diantara jenis Kenari penyanyi : Kenari Waterslager, Kenari Roller, Kenari Spanish Timblador, Kenari American Singer dan lain-lain.
  4. Kenari Hybrid (Hybrid Canary) : Merupakan Kenari jenis persilangan atau blasteran antara jenis Kenari yang berbeda sehingga diharapkan menghasilkan Kenari baru yang bersifat unik dan unggul. Beberapa jenis Kenari Hybrid : Kenari Yorkshire (persilangan dari Lancashira Scoth Fancy dengan Norwich), American Singer (persilangan antara Border dengan Roller) dan lain-lain.

Tidaklah salah, apabila anda mengambil langkah untuk memulai bisnis burung ocehan, apalagi prospek bisnis ini cukup bagus, terkhusus burung kenari. Dengan modal yang tidak besar anda sudah bisa mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Selain bisa melihat keindahannya, mendapat keuntungannya mengapa tidak? Penghasilan dari sebuah hobi itu lebih menyenangkan daripada penghasilan dari tuntutan profesi.

Oleh : Roma Doni
Referensi :
http://fortune999.blogspot.com/2011/04/bisnis-budi-daya-burung-kenari.html?m=1
http://klikpintar.com/peternakan/mengenal-jenis-jenis-kenari/
Sumber Photo : Google.com