Showing posts with label kicau. Show all posts
Showing posts with label kicau. Show all posts

Monday, May 13, 2013

Peluang Bisnis Burung Ocehan

Mike Rini, seorang Pakar Perencanaan Keuangan mengatakan bahwa salah satu sumber ide sebagai inspirasi untuk menemukan jenis usaha/bisnis yang cocok bagi seseorang adalah dari minat dan hobi yang dimilikinya. Jika Anda adalah seorang kicaumania atau penggemar burung ocehan (burung berkicau), sepertinya minat dan hobi ini bisa menjadi inspirasi bisnis bagi Anda. Ya, mengapa tidak mencoba untuk mengembangkan minat dan hobi Anda tersebut menjadi sebuah bisnis?

Peluang bisnis burung ocehan saat ini terbuka lebar. Seiring dengan semakin banyaknya penggemar dan pecinta pecinta burung di berbagai wilayah. Hal ini terlihat dari munculnya komunitas-komunitas pecinta burung dan kompetisi-kompetisi burung berkicau.

Kembali pada peluang bisnis burung ocehan. Ada beberapa peluang bisnis yang terbuka lebar dari sumber ide serba-serbi minat dan hobi memelihara burung ocehan ini, diantaranya:

  • Penangkaran burung ocehan

    Peluang bisnis yang pertama adalah penangkaran burung ocehan atau penyedia bibit-bibit burung ocehan. Untuk menjalankan bisnis ini tentu saja dibutuhkan pengetahuan yang luas tentang seluk beluk unggas berkicau ini. Bagi Anda yang memiliki minat dan hobi memelihara burung, tentu hal ini bukan sesuatu yang sulit. Hal ini sudah dibuktikan oleh Bapak Yang Yang seorang penangkar handal berbagai jenis burung berkicau di Jawa Barat.

  • Bisnis pakan burung

    Memelihara dan merawat burung tentu tidak akan bisa lepas dari kebutuhan akan pakannya. Dan tidak semua kicaumania memiliki kesempatan dan keahlian untuk mencari pakan burung di alam. Sehingga ini bisa menjadi peluang usaha bagi Anda yaitu menyediakan pakan burung yang siap pakai.

  • Kerajinan sangkar burung

    Burung peliharaan juga membutuhkan kandang. Terkadang para pecinta burung rela merogoh kantong dalam-dalam hanya demi mendapatkan sangkar burung yang cantik dan berkualitas tinggi. Nah, jika Anda memiliki keahlian atau memiliki relasi pengrajin sangkar burung, mengapa tidak mencoba jalur ini?

  • Event Organizer (EO) Kompetisi Burung Berkicau

    Peluang bisnis selanjutnya yang tidak kalah menguntungkan adalah menjadi penyedia jasa EO untuk berbagai kompetisi burung berkicau. Bagi pecinta murung ocehan, belum lengkap kebahagiaan mereka sebelum mengikutkan burung kesayangannya berlaga dalam kompetisi burung berkicau. Sehingga, saat ini di berbagai daerah sering ditemukan event-event atau lomba-lomba burung berkicau.

    Nah, jika Anda memiliki keahlian mengelola even tidak ada salahnya mencoba bisnis jasa yang satu ini. Selain mendapatkan keuntungan finansial, Anda juga dapat berkumpul dan berbagi pengalaman dengan para pecinta burung ocehan lainnya. Siapa tau dari sana akan terbuka peluang-peluang bisnis lainnya bagi Anda.

Demikian beberapa ide bisnis dari minat dan hobi memelihara burung ocehan. Mungkin Anda memiliki ide lain? Tentu tidak salah, namun yang jelas segera realisasikan ide-ide tersebut dalam bentuk bisnis nyata!

Oleh: Neti Suriana

Tuesday, May 7, 2013

Cara Menjinakkan Burung Ocehan Liar



Jika anda melakukan survei di tempat jual-beli burung di pasar, sebagian besar burung-burung yang diperjualbelikan merupakan hasil penangkapan liar di hutan, walau tetap masih ada beberapa burung hasil penangkaran burung jadi (dipelihara dari anakan). Burung-burung ocehan yang didapat dari hasil penangkapan liar di hutan cenderung memiliki sifat penakut terhadap manusia, karena biasanya masih terbawa sifat lingkungan bebas sebelum burung itu ditangkap, dan akhirnya membuat burung tersebut enggan untuk berkicau. Padahal salah satu keindahan dari seekor burung adalah kicauan merdunya. Nah, burung-burung hasil penangkapan liar di hutan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Perilaku burung yang giras
    Giras disini maksudnya tindakan burung yang tidak terkendali ketika dalam sangkar, seperti : terbang liar ke penjuru sangkar (gak karuan) atau menabrakkan diri pada sangkar.
  • Sulit berkicau
    Kondisi suasana baru dalam sangkar (tidak bebas seperti di hutan) membuat burung tersebut mengalami gejala stress, ditandai dengan keengganannya untuk berkicau. Kebanyakan burung-burung itu hanya berkicau dalam keadaan sunyi, ketika merasa tidak ada orang-orang sekitar yang memperhatikan.
  • Tidak mau makan
    Tidak hanya sulit berkicau saja, lebih daripada itu burung-burung tersebut juga memilih dalam hal pakanan. Mungkin hal itu juga menjadi salah satu faktor kematian yang sering dialami burung-burung hasil penangkapan liar di hutan.

Di samping segala sisi minus dari burung penangkapan liar di hutan, bukan berarti burung-burung tersebut tidak bisa dilatih untuk menjadi burung yang master, burung yang lebih jinak sesuai keinginan anda. Karena pada hakikatnya di alam liar sana burung tersebut sudah terlatih alami dengan sendirinya. Di sinilah diperlukan ketelatenan si pemilik burung untuk merawat dan memelihara burung liar itu agar perasaan nyaman pada sang burung kembali lagi walau dalam kondisi lingkungan yang berbeda (sangkar), sehingga diharapkan perilaku burung ocehan liar dalam sangkar bisa menjadi normal dan pastinya mau berkicau merdu. Berikut hal-hal yang harus anda perhatikan untuk melakukan proses penjinakan pada burung penangkapan liar di hutan :
  • Letakkan sangkar burung dalam suasana tempat yang ramai
    Hal pertama yang harus anda lakukan ketika mendapat burung penangkapan liar di hutan atau yang anda dapatkan dari tempat jual beli burung adalah taruh burung tersebut dalam sangkar di tempat yang ramai. Bisa di depan rumah, atau tempat-tempat yang menjadi jalan utama orang-orang lewat. Hal itu bertujuan untuk membiasakan burung itu dalam kondisi yang baru. Pada prakteknya nanti kemungkinan besar burung tersebut akan melakukan tindakan-tindakan liar (gak karuan) atau malah sampai merusak tubuh sendiri. Untuk melakukan penjinakan biarkan hal itu terjadi. Karena jika khawatir burung akan lecet atau sebagainya maka proses giras sang burung akan semakin lama.
  • Lakukan perawatan burung
    Tiap pagi dan sore hari lakukan pemandian pada sang burung, sangkarnya juga dibersihkan. Bisa dengan anda semprotkan air ketika burung masih dalam kandang, tapi lebih bagusnya anda ambil burung tersebut kemudian anda oleskan sedikit demi sedikit air pada sekujur tubuhnya. Anda lakukan dengan hati-hati dan senyaman mungkin jangan sampai burung terlepas dari tangan anda. Itu merupakan proses penyamanan burung pada lingkungan sekitar, agar burung tersebut tidak merasa terancam.
  • Pemberian Pakan
    Cari makanan alami kesukaan jenis burung tersebut ketika di hutan, seperti belalang, jangkrik, ulat, semut atau serangga-serangga lainnya. Jangan langsung anda beri makanan olahan yang biasa diperjualbelikan dalam bentuk bungkusan itu, karena biasanya burung tersebut tidak mau makan. Untuk awalnya anda gantungkan beberapa serangga kesukaan burung itu dalam sangkar, kemudian anda menjauh dari tempat untuk menarik sang burung memakan pakan yang sudah disediakan. Lakukan hal ini berulang kali, sampai burung terbiasa dengan pemberian pakan itu sehingga burung itu merasa ketergantungan dengan pakan yang disediakan, nah ketika itu barulah anda sendiri yang mencoba untuk menyodorkan pakanannya pada sang burung.
  • Sejajarkan sangkar burung dengan sangkar burung lainnya
    anda bisa meletakkan sangkar burung ocehan liar tersebut di sebandingkan dengan burung peliharaan anda lainnya, agar kenyamanan burung ocehan liar cepat timbul dan tidak merasa sendiri. Atau bisa dibarengi dengan memutar MP3 suara-suara burung yang bisa anda download dari internet sekalian untuk melatih burung ocehan liar tersebut berkicau.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa anda lakukan dalam proses penjinakan burung ocehan liar, lama atau cepatnya burung tersebut jinak tergantung dari ketelatenan si pemilik burung dalam merawatnya. Selamat mencoba :)

Oleh : Roma Doni
Referensi :
http://omkicau.com/2008/10/07/cara-membuat-burung-jadi-jinak
Sumber Photo : google.com