Showing posts with label hutan. Show all posts
Showing posts with label hutan. Show all posts

Tuesday, May 7, 2013

Cara Menjinakkan Burung Ocehan Liar



Jika anda melakukan survei di tempat jual-beli burung di pasar, sebagian besar burung-burung yang diperjualbelikan merupakan hasil penangkapan liar di hutan, walau tetap masih ada beberapa burung hasil penangkaran burung jadi (dipelihara dari anakan). Burung-burung ocehan yang didapat dari hasil penangkapan liar di hutan cenderung memiliki sifat penakut terhadap manusia, karena biasanya masih terbawa sifat lingkungan bebas sebelum burung itu ditangkap, dan akhirnya membuat burung tersebut enggan untuk berkicau. Padahal salah satu keindahan dari seekor burung adalah kicauan merdunya. Nah, burung-burung hasil penangkapan liar di hutan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Perilaku burung yang giras
    Giras disini maksudnya tindakan burung yang tidak terkendali ketika dalam sangkar, seperti : terbang liar ke penjuru sangkar (gak karuan) atau menabrakkan diri pada sangkar.
  • Sulit berkicau
    Kondisi suasana baru dalam sangkar (tidak bebas seperti di hutan) membuat burung tersebut mengalami gejala stress, ditandai dengan keengganannya untuk berkicau. Kebanyakan burung-burung itu hanya berkicau dalam keadaan sunyi, ketika merasa tidak ada orang-orang sekitar yang memperhatikan.
  • Tidak mau makan
    Tidak hanya sulit berkicau saja, lebih daripada itu burung-burung tersebut juga memilih dalam hal pakanan. Mungkin hal itu juga menjadi salah satu faktor kematian yang sering dialami burung-burung hasil penangkapan liar di hutan.

Di samping segala sisi minus dari burung penangkapan liar di hutan, bukan berarti burung-burung tersebut tidak bisa dilatih untuk menjadi burung yang master, burung yang lebih jinak sesuai keinginan anda. Karena pada hakikatnya di alam liar sana burung tersebut sudah terlatih alami dengan sendirinya. Di sinilah diperlukan ketelatenan si pemilik burung untuk merawat dan memelihara burung liar itu agar perasaan nyaman pada sang burung kembali lagi walau dalam kondisi lingkungan yang berbeda (sangkar), sehingga diharapkan perilaku burung ocehan liar dalam sangkar bisa menjadi normal dan pastinya mau berkicau merdu. Berikut hal-hal yang harus anda perhatikan untuk melakukan proses penjinakan pada burung penangkapan liar di hutan :
  • Letakkan sangkar burung dalam suasana tempat yang ramai
    Hal pertama yang harus anda lakukan ketika mendapat burung penangkapan liar di hutan atau yang anda dapatkan dari tempat jual beli burung adalah taruh burung tersebut dalam sangkar di tempat yang ramai. Bisa di depan rumah, atau tempat-tempat yang menjadi jalan utama orang-orang lewat. Hal itu bertujuan untuk membiasakan burung itu dalam kondisi yang baru. Pada prakteknya nanti kemungkinan besar burung tersebut akan melakukan tindakan-tindakan liar (gak karuan) atau malah sampai merusak tubuh sendiri. Untuk melakukan penjinakan biarkan hal itu terjadi. Karena jika khawatir burung akan lecet atau sebagainya maka proses giras sang burung akan semakin lama.
  • Lakukan perawatan burung
    Tiap pagi dan sore hari lakukan pemandian pada sang burung, sangkarnya juga dibersihkan. Bisa dengan anda semprotkan air ketika burung masih dalam kandang, tapi lebih bagusnya anda ambil burung tersebut kemudian anda oleskan sedikit demi sedikit air pada sekujur tubuhnya. Anda lakukan dengan hati-hati dan senyaman mungkin jangan sampai burung terlepas dari tangan anda. Itu merupakan proses penyamanan burung pada lingkungan sekitar, agar burung tersebut tidak merasa terancam.
  • Pemberian Pakan
    Cari makanan alami kesukaan jenis burung tersebut ketika di hutan, seperti belalang, jangkrik, ulat, semut atau serangga-serangga lainnya. Jangan langsung anda beri makanan olahan yang biasa diperjualbelikan dalam bentuk bungkusan itu, karena biasanya burung tersebut tidak mau makan. Untuk awalnya anda gantungkan beberapa serangga kesukaan burung itu dalam sangkar, kemudian anda menjauh dari tempat untuk menarik sang burung memakan pakan yang sudah disediakan. Lakukan hal ini berulang kali, sampai burung terbiasa dengan pemberian pakan itu sehingga burung itu merasa ketergantungan dengan pakan yang disediakan, nah ketika itu barulah anda sendiri yang mencoba untuk menyodorkan pakanannya pada sang burung.
  • Sejajarkan sangkar burung dengan sangkar burung lainnya
    anda bisa meletakkan sangkar burung ocehan liar tersebut di sebandingkan dengan burung peliharaan anda lainnya, agar kenyamanan burung ocehan liar cepat timbul dan tidak merasa sendiri. Atau bisa dibarengi dengan memutar MP3 suara-suara burung yang bisa anda download dari internet sekalian untuk melatih burung ocehan liar tersebut berkicau.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa anda lakukan dalam proses penjinakan burung ocehan liar, lama atau cepatnya burung tersebut jinak tergantung dari ketelatenan si pemilik burung dalam merawatnya. Selamat mencoba :)

Oleh : Roma Doni
Referensi :
http://omkicau.com/2008/10/07/cara-membuat-burung-jadi-jinak
Sumber Photo : google.com

Thursday, April 25, 2013

Burung Kicauan? Pilih Saja Burung Anis Merah

Suara apa yang paling asyik didengar dan dinikmati setiap pagi? Hampir semua orang sepakat, bahwa mendengar kicauan burung termasuk hal yang paling asyik didengar dan dinikmati. Bahkan, di saat liburan pun mendengar kicauan burung adalah hal yang paling menyenangkan. Namun pertanyaannya, apakah semua kicauan burung asyik didengar? Tentu saja, jawabannya tidak. Hanya burung Anis Merah yang tergolong burung kicauan yang paling asyik didengar. Bahkan, kicauan burung murai batu pun kalah.

Namun sudahkah Anda tahu seperti apa bentuk burung anis merah? Jika belum, cobalah untuk searching di google. Bukan hanya kicauannya saja yang merdu, tapi bentuk burung juga menarik. Apalagi, jika Anda sampai melihat burung anis merah jantan sedang berkicau. Kepalanya meliuk-liuk bagaikan orang yang sedang mabuk.

Ciri-Ciri Burung Anis Merah

Burung anis merah terbagi dua. Yaitu, ada anis merah jantan dan ada anis merah betina. Perbedaannya tidak terlalu signifikan, hanya terletak pada tubuh dan kicauan saja. Burung anis merah jantan posturnya lebih besar dari burung anis merah yang betina. Sedangkan kicauan, burung anis merah jantan suara ocehannya lebih variatif dibandingkan burung anis merah betina.

Adapun ciri-ciri utama burung anis merah adalah:

1. Badannnya ramping
2. Bulunya berwarna merah dari kepala hingga punggungnya.
3. Kedua sayap bagian atasnya berwarna hitam
4. Ujung sayapnya terdapat seberkas bulu berwarna putih.

Habibat Burung Anis Merah

Burung anis merah adalah burung yang memiliki habitat aslinya di Asia Tenggara. Karena itu, tak akan pernah menemukan burung anis merah di negara yang bukan termasuk kawasan Asia Tenggara. Anis merah tergolong jenis burung yang makanan utamanya adalah serangga. Sehingga ia tergolong kerabat dari Turdidae. Sama seperti burung murai batu dan burung anis kembang.

Kebiasaan burung anis merah adalah selalu mencari makanan di tanah yang terdapat banyak pepohonan. Maksudnya, burung anis merah mencari makanan dengan cara mengorek-ngorek dedaunan yang jatuh dari pepohonan. Karena di daun biasanya terdapat serangga, sarang semut dan terkadang ada cacing. Makanya, nama lain burung anis merah disebut dengan burung tanah.

Bila dicari di Indonesia, burung anis merah terdapat di hutan-hutan Sumatera, Jawa Barat, Bali dan Flores. Carilah di hutan basah, karena biasanya cacing, serangga, laba-laba dan sejenisnya selalu berada di hutan basah. Maka di sana juga terdapat burung anis merah. Singkatnya, carilah hutan basah yang memiliki ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut.

Satu hal lagi yang berkaitan dengan habibat anis merah, ia kerap bersarang di semak-semak belukar. Bila ia kawin, selalu membuat sarangnya sendiri dengan menggunakan ranting-ranting pohon dan jerami.

Cara Merawat Burung Anis Merah

Jika Anda sudah menemukan burung anis merah, maka Anda mesti pintar merawatnya. Dikatakan susah mengurusnya, tidak juga. Ya, boleh dikatakan mengurus burung anis merah gampang-gampang susah. Ada tiga hal yang paling penting Anda perhatikan saat mengurus burung anis merah:

  1. Sangkar

    Karena burung anis merah tergolong burung yang memiliki postur sedang, maka buatlah sangkarnya dengan ukuran sedang. kira-kira luas kandangnya 45 x 46 cm dengan tinggi kira-kira 50 cm. Diberikan ruang seperti itu agar tidak mudah stress. Kalau terlalu kecil, akan membuatnya mudah stress.

    Di dalam sangkarnya, letakkan dua mangkuk plastik untuk pakan dan air minumnya. Pasanglah kayu kecil dengan melintang untuk tempat bertengger burung anis merah. Akan lebih baik jika di dalamnya juga diletakkan tempat khusus untuk mandinya.
  2. Pakan

    Jika di hutan, burung anis merah selalu memakan makanan dengan jenis serangga. Selain memberikan pakan dalam bentuk pur, beri juga jenis makanan dalam bentuk serangga, termasuk cacing. Berilah dengan teratur jangkrik, belalang dan cacing tanah. Makanan inilah yang bisa membuat suara kicauannya menjadi makin merdu. Ada juga yang menyarankan untuk memberi proto dengan selang seling pakan buatan pabrik.
  3. Perawatan sangkar

    Bersihkanlah sangkar burung anis merah dua hari sekali. Yang paling penting dibersihkan adalah kotoran dan sisa makanannya. Karena kedua hal ini yang paling sering membuat burung anis merah mudah terserang penyakit.

    Selain itu, gunakan disinfektan ketika Anda mencuci sangkarnya. Dengan disinfektan, kita dapat mengusir jamur-jamur yang dapat mengganggu pencernaan burung anis merah.
Selain ketiga hal di atas yang mesti dilakukan, jangan pernah lupa untuk selalu menjemur burung anis merah agar tetap selalu sehat. Karena sinar matahari sangat bermanfaat untuk kesehatan tulangnya. Kebanyakan orang menjemurnya di antara jam 7 – 9 pagi. Tidak usah terlalu lama. Setengah jam pun sudah mencukupi, bila Anda terlalu sibuk.

Setelah itu, letakkanlah sangkar di daerah yang sepi. Lalu hidupkan rekaman suara burung anis merah yang didownload dari internet atau dibeli di toko-toko burung. Khusus untuk burung yang baru saja dapat dari hutan, usahakan ia jauh dari suara burung yang se-kerabat dengannya, seperti murai batu. Maka ia akan mudah stress.

Inilah artikel sederhana tentang burung kicauan nomor wahid, yaitu burung anis merah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution