Showing posts with label satria dwi saputro. Show all posts
Showing posts with label satria dwi saputro. Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

Ragam Jenis Burung Cendrawasih

Menyaksikan burung cendrawasih maka akan terlihat terutama bentuk tubuhnya yang indah dengan beragam jenis bulu dan bentuk yang besar serta di samping itu alunan suaranya menjadikan sempurna bagi burung cendrawasih, bicara habitatnya yang terbentang di sepanjang daerah bagian timur Indonesia mempunyai nilai tersendiri yang menjadi surga orang-orang untuk melihat anggunnya sosok burung ini. Burung cendrawasih yang berasal dari famili Paradisaeidae dapat dijumpai pada tempat aslinya mulai dari pulau-pulau selat Torres, Papua Barat, Papua Nugini, serta Australia Timur. Sejarah yang menuliskan sejak dulu membuat burung ini hidup dengan pujian-pujian akan burung yang berasal dari surga karena mempunyai bentuk tubuh dan bulu yang sangat menawan bangsa eropa.

Bicara mengenai jenisnya telah diketahui bahwa burung cendrawasih mempunyai jenis-jenis yang beragam dengan penyebarannya serta suaranya yang begitu serasi dengan bentuk tubuhnya yang menghias warna beragam bulunya. Diantara jenis-jenis burung cendrawasih itu ialah:

  • Lesser Bird Of Paradise (Cendrawasih Kuning Kecil)



    Idealnya nama ini dikenal umumnya oleh orang-orang ialah dengan sebutan cendrawasih kuning kecil. warna dengan corak merah coklat disandingkan bersama mahkota yang berwarna kuning dan dilengkapi punggung atas kuning kecoklatan. Bagusnya burung ini mempunyai ukuran tubuh kisaran 32 cm. Bagi burung cendrawasih kuning kecil jantan diketahui dari ekornya yang sepasang panjangnya dan dihiasi dengan bulu berwarna kuning pada bagian sayapnya pada daerah pangkalnya serta warna putih pada bagian luarnya. Daerah yang umumnya burung tersebut dapat dijumpai ialah pada daerah Papua, pulau-pulau kecil dekat Misool dan Yapen.

  • Astrapia Ribbon-Tailed (Astrapia Mayeri)



    Bicara burung ini mungkin akan bicara akan kesempurnaannya yang sudah tidak lagi diragukan lagi. Diketahui itu semua bila menyaksikan ukuran tubuhnya yang begitu panjang mencapai tiga kali dari ukuran tubuhnya. Burung jantan dari astrapia ribbon-tailed dapat dibedakan dari warna hitam dan hijau zaitun yang dimilikinya sedangkan betinanya berwarna coklat. Melanjut dari keindahan ekornya, burung astrapia ribbon-tailed menghiasi ekornya yang begitu panjang dengan bentuk pita berwarna putih. Penyebaran burung astrapia ribbon-tailed ialah bagian tengah pulau Irian.

  • Riflebird Paradise



    Mengetahui burung ini keunikannya dilihat dari gaya burung jantan yang akan mengembangkan sayapnya dan bergerak lincah ke kanan serta ke kiri. Hal ini dilakukan untuk memikat betina dalam prosesi musim kawin biasanya terjadi selepas musim hujan. Diketahui bahwa burung jenis ini mempunyai ukuran tubuh yang rata-rata sama dengan jenis burung cendrawasih yang lain ialah pada kisaran 30 cm. Membedakan secara mudah dari burung jantan dan burung betina dapat dilihat dari warna hitam, warna-warni corak mahkota biru kehijauan ialah milik si jantan sedangkan si betina berwarna coklat zaitun. Melirik garis penyebarannya yang dijumpai pada hutan Australia Timur.

  • Ragiana Bird of Paradise



    Daerah Pulau Irian Barat dan Timur menjadi surga burung ini dapat menikmati hidupnya dan bisa dijumpai orang-orang yang mengunjunginya. Dituliskan ciri-ciri fisiknya yang berwarna merah coklat keabu-abuan. Burung Ragiana Bird Of Paradise yang jantannya mempunyai khas pada mahkotanya yang kuning, tenggorokan zamrut-hijau tua dan kerah kuning diantara tenggorokannya. Sedangkan bila beralih bagi si betina maka kekhasan juga dapat dilihat dari ukurannya lebih kecil bila disandingkan dengan si jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.

    Demikian burung cendrawasih dari jenis-jenisnya walaupun banyak lagi namun dapat dituliskan bahwa burung ini termasuk jenis primata langka yang dilindungi negara untuk tidak boleh dipelihara dan hanya dapat melihatnya di kebun binatang ataupun habitat aslinya. Dan sejarahnya yang dari dulunya sudah dibaca pada awal artikel ini membuat keeksotisan burung ini harus dipertahankan dari tidak memburunya dan lebih pada pelestarian burung surga tersebut.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber :
http://miraclekidx.blogspot.com/2012/10/7-jenis-burung-cendrawasih-terindah-di.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Burung-burung_Cendrawasih

Wednesday, May 22, 2013

Perenjak Jawa adalah Burung Ocehan



Familiarkah dengan nama burung Perenjak Jawa, mungkin belum begitu familiar burung ini di kalangan kita. Apalagi mengetahuinya sebagai burung ocehan adalah hal yang tidak disangka-sangka. Perenjak jawa adalah jenis burung kicauan dari keluarga Cistikolidae. Melihat dari garis putih pada kedua belah sayapnya maka melirik nama ilmiahnya adalah Prinia.

Burung perenjak jawa mempunyai ciri-ciri yang khas dari burung-burung ocehan pada umumnya, badannya yang ramping bagi perenjak jawa, dan keseluruhan panjangnya dari kepala hingga ekornya hanya 10 cm. Burung perenjak jawa mempunyai warna yang sama yakni coklat hijau-zaitun pada bagian sisi atasnya. Melirik bagian dadanya berwarna putih namun pada bagian sisi perut dan pantatnya berwarna kekuningan. Kekhasan yang diberikannya sebagai penanda ialah sayap dengan dua garis putih. Paruh yang dimiliki panjang runcing, dan kaki ramping dan rapuh berwarna coklat kemerahan dan merah jambu.

Habitat burung perenjak jawa ialah sejatinya di hutan dan juga banyak ditemui pada tempat terbuka atau bersemak, baik di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, sampai pada bagian hutan bakau. Kebiasaan burung ini yang paling terkenal ialah keberaniannya, rasa takut yang tidak dimiliki ketika berjumpa dengan manusia membuat ketertarikan tersendiri bagi manusia yang menginginkannya. Penyebaran pada daerah-daerah dapat pula dijumpai di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Makanannya ketika hidup di alam bebas adalah dengan berburu ulat, telor semut dan beberapa jenis serangga lainnya. Kebiasaan hidup berkelompok serta ribut menjadikan keeksotisan milik burung perenjak jawa. Namun jika burung ini dipelihara biasanya makanan yang sering diberikan ialah kroto, pelet, dan ulat hongkong. Jenis burung ocehan satu ini merupakan burung yang sangat sulit untuk dijadikan hewan peliharaan sehingga sangat jarang burung ini mengikuti perlombaan burung ocehan, sikap yang mudah stress menjadi kendala bagi pemburu perenjak jawa karena ketika mengalami stres ketika ditangkap maka dalam waktu yang tidak akan lama.

Dalam sejarah keterkenalannya, burung perenjak jawa merupakan burung yang disamakan dengan burung gereja karena tidak terkenal burung ini sebagai burung ocehan sehingga nilai ekonomi tidak menjadikan burung ini ketika tahun 1990-an akan dicari-dicari. Namun kebalikan itu sering terjadi, sekarang ini dari keterkenalan pada burung perenjak jawa, perburuan yang berlebihan sering mengusik habitatnya sehingga dari itu kelangkaan akan spesies ini mulai dirasakan dari jarangnya melihatnya di taman-taman, ataupun pinggiran hutan. Hal ini sangat tidak mengenakkan sekali mengingat sifat yang dimiliki burung perenjak adalah mudah jinak namun tidak bisa ditangkarkan untuk pengembang biakan.

Walaupun begitu jika mendengar suaranya ketika melihat di taman ataupun di alam bebas lainnya, mempunyai alunan suara keras dan bernada tinggi, sering mengucapkan: “cwuit-cwuit-cwuit”. Dan juga ada juga suara penanda khusus ketika menghadapi masalah yakni “hi-hi-hi” yang menjadi informasi bagi rekan-rekannya yang hewan ini adalah hewan yang hidup berkelompok. Namun dilirik juga ekornya yang tipis bergerak-gerak ke atas saat melantunkan kicauan.

Dari paparan di atas secara tidak langsung dari banyaknya manusia yang memburu burung perenjak jawa untuk ditangkarkan menjadi burung ocehan adalah menjadi pendekatan bahwa burung ini merupakan golongan burung ocehan, namun hanya sifatnya saja menjadikan kefamiliaran perenjak jawa jarang mengikuti event-event perlombaan burung. Dan semoga bermanfaat.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2012/07/24/deskripsi-lengkap-semua-burung-suku-pengicau-suku-silviidae/27/
id.wikipedia.org/wiki/Perenjak_jawa
gambar: google.com

Tuesday, May 21, 2013

Beo, Si burung Ocehan Yang Pintar



Beo adalah nama burung yang sangat pintar dalam menirukan suara yang didengarnya, ketika seseorang mengucapkan: “apa kabar beo?” burung beo pasti akan menjawab dengan ucapan yang sama dari yang didengarnya. Kepintaran seperti ini sangat jarang untuk bisa dimiliki burung-burung ocehan lainnya. Dari itu banyak burung Beo yang menjadi hewan peliharaan manusia karena kepintaran dalam menirukan suara yang didengarnya. Sembari itu, jika melihat lingkup tinggal burung beo di habitat aslinya dapat diketahui bahwa penyebarannya ada di hutan-hutan basah dan daerah perbukitan yang tinggi dari permukaan laut. Di daerah penyebaran burung beo sendiri dapat dijumpai mulai dari Sri Langka, India, Himalaya, ke timur Filipina, Jawa hingga kepulauan kecil sunda.

Menarik untuk disimak bahwa sebelum jauh menjelaskan mengapa burung ini begitu pintarnya dalam menirukan suara yang didengarnya, dapat menjelaskan terlebih dahulu bahwa burung beo memiliki jenis yang beragam juga. Ada sekitar empat jenis burung beo yang tersebar di seluruh daerah yang disebutkan tadi, yang mana pembagian jenisnya ialah: Beo Biasa (Gracula religiosa), Beo Enggano (Gracula enganensis), Beo Nias (Gracula Robusta), dan Beo Srilanka (Ptilogenys). Untuk santapan makanan yang sering diasupnya di alam liar maupun di penangkaran atau di tangan peliharaan manusia, burung pintar ini menyukai buah-buahan yang berdaging tebal dan tidak keras. Dan terkadang burung beo juga meminum nektar bunga, serta dalam pemenuhan asupan nutrisi bagi tubuhnya burung beo dapat memakan belalang, jangkrik, capung, dan telor semut.

Keindahan suara yang dimiliki dalam peniruan yang terjadi dari bentuk lidah yang dipunyai menyerupai dari bentuk manusia ketika burung beo menggerakkan lidahnya ke belakang dan ke depan untuk membentuk huruf vokal dan konsonan yang manusia juga bisa lakukan. Adalah juga dicatat dari pergerakan lidahnya yang kurang dari satu milimeter akan menimbulkan akan menimbulkan perbedaan besar terkait kualitas suara yang dihasilkannya sesuai penelitian yang dilakukan Beckers terhadap burung tersebut untuk menjawab keajaiban dari suaranya tersebut.

Dari jenis yang tersebar di Indonesia sendiri ada beberapa jenisnya diantaranya burung beo nias, medan, dan lampung. Namun pilihan bagi pecinta burung akan memilih burung beo nias yang mempunyai postur tubuh yang besar dan panjang dari beo lainnya dan kebagusan suaranya sudah teruji bagi beo nias dan mental yang terbukti kuat juga dimiliki oleh beo nias.

Di habitatnya sendiri, burung beo berperan sebagai penyebar biji yang membantu secara tidak langsung dari pertumbuhan tanaman dan pepohonan di hutan basah, hal seperti sangat menakjubkan bagi burung beo yang menjadi primadona pecinta burung akan kebolehan suaranya di alam dan juga peran atraktif dalam pelestarian hutan sendiri.

Namun disayangkan juga, burung beo yang terkenal dari peniruan suaranya yang sudah tidak diragukan lagi memberi kesedihan juga dari burung ini menjadi ladang eksploitasi yang berlebihan dalam perburuan untuk diperdagangkan sehingga pemerintah menerapkan peraturan akan perlindungan hewan langka terhadap burung beo terutama beo nias yang mencakup lebih 405 jenis burung yang perlu dijaga pelestariannya oleh pemerintah. Sehingga jika ada yang ingin memelihara burung ini harus mendapatkan izin dari pemerintah dan juga burung ini dapat ditemui di kebun binatang yang berperan dalam penjagaan hewan langka.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Beo
http://www.apakabardunia.com/2012/07/mengapa-burung-beo-pandai-menirukan.html

Monday, May 13, 2013

Burung Ocehan? Ada Banyak Jenisnya

Burung ocehan menurut pengertian umumnya diketahui oleh kebanyakan khalayak orang ialah burung yang memesona dari bentuk tubuhnya, tingkah lakunya, adaptasinya dengan manusia serta yang paling penting dari itu ialah kicauan suaranya. Burung ocehan merupakan jenis-jenis burung yang hidup di alam terbuka seperti di hutan-hutan, pegunungan, areal perbukitan, dan tempat lainnya yang berbaur dengan alam. Keelokan suaranya yang masih belum mendapat sentuhan manusia sangatlah mengesankan di dengar lepas di alam liar karena menimbulkan keeksotisan dalam ketertarikan memilikinya. Dari pada itu, ketika beberapa jenis burung liar yang terdapat di hutan mendapat sentuhan manusia untuk menjadikannya master di antara burung-burung lainnya dengan melatih suara dan emosinya membuat burung tersebut menjadi burung ocehan.

Perlu diketahui bahwa setiap burung berhak mendapat predikat burung ocehan tetapi gelar ocehan sendiri dapat diberikan tergantung dari burung-burung yang menjadi peliharaan manusia dengan adanya pelatihan terhadap burung tersebut. Baik dalam artikel ini akan dipaparkan beberapa jenis burung ocehan yang terkenal di khalayak ramai yang sudah mengenalnya.

  1. Burung Cucak Jenggot

    Dijelaskan mengenai burung ocehan yang satu ini bahwa burung cucak jenggot merupakan burung yang umumnya digunakan sebagai burung master, namun terkadang sering juga digunakan sebagai burung lomba di lapangan. Dari postur tubuhnya burung ini memiliki kekhasan tersendiri dari bulu di bagian atas kepala jigrak ke atas dan bulu yang lebat sehingga terlihat tebal dan warna yang lebih sering kekuning-kuningan. Dari itu juga burung ini adalah burung yang mudah jinak kepada manusia dan cukup mudah perawatannya sehingga tak jarang dalam perlombaan kicau burung, burung cucak jenggot mendapat peran sendiri untuk mendulang prestasi juara.

  2. Burung Anis Merah (Zoothera Citrina)

    Untuk burung yang satu ini ada yang mengatakan bahwa burung ini adalah burung nomor wahid untuk dipilih oleh pencinta burung ocehan. Dari ciri-ciri umumnya Anis Merah memiliki badan yang ramping, dua warna pada bulunya di bagian pangkal kepala bagian pungguk hingga perut sampai ekor berwarna oranye kemerahan dan untuk sayapnya bersanding warna biru yang lucu. Karakteristik cukup manja kepada perawatnya, lincah dan nafsu makan yang besar terhadap serangga. Dari suaranya yang menjadi prioritas dapat dilihat durasi yang mencapai kisaran empat menit dan setiap nada yang berganti selalu berbeda. Sehingga gelas burung master tepat bagi burung anis merah.

  3. Burung Pancawarna

    Burung Pancawarna tersimpan kekhasan yang perlu diketahui pecinta burung ocehan dalam memilih burung ocehan. Untuk burung pancawarna memiliki karakteristik tubuh yang memiliki paduan warna yang mencapai lima warna yakni kuning, biru, coklat, oranye, dan hitam. Keelokan selanjutnya dimilikinya ialah julukan yang diberikan padanya sebagai burung ‘si cantik bersuara merdu’ karena kemerduan suaranya dan postur tubuh yang sangat imut sehingga banyak pencinta burung memeliharanya selain memelihara burung ocehan lainnya.

  4. Burung Cendet Atau Pentet

    Untuk burung ini sudah mempunyai catatannya sendiri yang ditulis oleh Anang Dewanto dan Maloedyyn Sitanggang dengan judul Merawat dan Melatih Burung Ocehan, yang mengatakan di awal 1990-an peminat terhadap burung ocehan satu ini sangatlah minim tetapi dalam perkembangan selanjutnya peminatnya sangat banyak sampai sekarang. Suara yang dimilikinya sangat indah dan juga dapat berinteraksi dengan burung lainnya untuk saling melatih suara. Postur tubuh yang terbilang indah dan masih termasuk keluarga Turdidae bahwa juga warna suara yang dimiliki dapat diporsi baik untuk nada sedang maupun keras pun dapat dilakukan. Dan dari itu keserasian telinga orang-orang sangat menyahdukan sekali.

Dari paparan tentang seberapa saja dari jenis-jenis burung ocehan, cukup diketahui bahwa burung ocehan yang mendapat sentuhan manusia bisa menjadi burung ocehan master dan memanjakan telinga yang mendengarnya. Serta perlu diketahui juga masih banyak jenis burung ocehan yang mendapat perhatian sendiri bagi peminatnya, tapi dalam artikel ini dijelaskan beberapa saja yang sudah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat bagi semuanya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://lucuunik-aneh.blogspot.com/2013/02/10-jenis-burung-kicau-indonesia-terbaik.html
http://www.smartmastering.com/tips-cara-merawat-burung-anis-merah.html
http://aspal-putih.blogspot.com/2012/12/mengenal-jenis-burung-kicau-yang-paling.html